Ojek Online Dilindas oleh Polisi dalam Aksi Demo 2025
Driver Ojol Tewas Dilindas Brimob Saat Antar Pesanan, Bukan Ikut Aksi Demo
Seorang pengemudi ojek online (ojol) dikabarkan meninggal dunia usai dilindas sebuah kendaraan Brimob di kawasan Jakarta Pusat. Korban diketahui bernama Affan Kurniawan berumur dua puluh satu tahun, sedang mengantar makanan ketika insiden tragis itu terjadi, bukan ikut aksi unjuk rasa, menurut keterangan salah satu rekannya.
Menurut saksi dilokasi, Affan sedang berusaha menyeberang jalan sambil membawa orderan ketika sebuah barracuda Brimob yang tengah melintas dengan kecepatan tinggi menghantamnya. Rekan menyatakan bahwa Affan sama sekali tidak terlibat dalam demonstrasi pendemo, tetapi hanya kebetulan berada di area tersebut saat kejadian berlangsung.
“Dia ngga ikut demo, lagi mau nyebrang kena mobil barracuda ngebut jadi kelindes. Saya ada di TKP, saya lagi lihat orang tawuran. Teman-teman langsung bawa ke RS, diperjalanan nggak ketolong, meninggal di perjalanan.” Kata Ompong, teman affan di rumah duka Jalan Blora, Menteng, Jakarta Pusat.
Setelah kejadian, teman-temannya segera membawa Affan ke rumah sakit terdekat. Namun sayangnya nyawanya tidak tertolong dan dia dinyatakan meninggal dalam perjalanan menuju ke rumah sakit. Keluarga dan rekan-rekan ojol pun mengantar Affan menuju tempat peristirahatan terakhir sambil mengenang sosoknya yang dikenal ramah dan sering kumpul bersama rekan-rekan ojol yang lain
Tanggapan Pemerintah dan Penyelidikan
Peristiwa ini memicu reaksi luas dari berbagai pihak. Komnas HAM membuka investigasi atas
Kematian Affan, mengecam kejadian tersebut sebagai tindakan kekerasan yang patut dikaji sebagai pelanggaran hak asasi manusia.
Sementara itu divisi Propam Polri memeriksa tujuh anggota Brimob yang ada di dalam mobil yang melindas Affan pada hari itu. Pemeriksaan dilakukan secara terbuka bahkan disiarkan secara langsung, sebagai upaya untuk transparansi.
Dalam perkembangan terbaru, sejumlah polisi yang terlibat bahkan dinyatakan pelanggaran kode etik dan dikenakan tindakan disiplin, termasuk pemecatan salah satu perwira Brimob dalam proses internal kepolisian.
Driver Ojol Datangi Markas Brimob
Ratusan pengemudi ojek online mendatangi Markas Komando Brimob Polda Metro Jaya di Jakarta Pusat pada Kamis malam. Aksi tersebut merupakan bentuk protes atas wafatnya Affan.
Ketua Umum Presidium Koalisi Ojol Nasional, Andi Kristiyanto, menjelaskan bahwa kedatangan para driver ke markas Brimob merupakan respons atas tewasnya salah satu rekan mereka yang dilindas.
Selain pergi ke markas Brimob, para pengemudi ojek online juga mendatangai Rumah Sakit Nasional Dr Cipto Mangunkusumo untuk menjenguk korban. “Mereka menuntut pertanggung jawaban kepolisian, khususnya Brimob”, ujar Andi kepada media.
Menurut laporan Antara, massa berulang kali berusaha mendekati lokasi sambil melemparkan benda keras termasuk potongan kayu ke arah petugas. Mereka juga melakukan aksi provokatif dengan melontarkan kalimat yang memancing para aparat untuk keluar dan menemui mereka. Di sisi lain, para anggota Brimob melakukan pertahanan berupaya mendorong mundur massa aksi yang terus melakukan pelemparan ke arah mereka.
Pernyataan Maaf Oleh Kapolri
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mendatangi ruang jenazah di Rumah Sakit Dr Cipto Mangunkusumo. Kedatangannya bertujuan untuk melihat jenazah sekaligus menemui keluarga pengemudi ojek online yang meninggal dunia.
“Kami menyampaikan duka cita serta permintaan maaf dari institusi” ujar Listyo kepada wartawan. Ia juga menyatakan permintaan maaf kepada seluruh komunitas dan asosiasi ojek online. “Saya turut memohon maaf kepada seluruh keluarga besar ojol” ujar Listyo. Kapolri tiba di ruang jenazah pukul 00.30 WIB dan meninggalkan lokasi pada pukul 01.45 WIB.
Sumber:

Comments
Post a Comment